
Memasuki mudik Lebaran 1447 Hijriah, gelombang kendaraan dari arah Jakarta, Sumatera, dan Banten yang menuju Jawa Tengah serta Jawa Timur terus menunjukkan peningkatan signifikan pada Selasa sore (17/3/2026). Berdasarkan pantauan traffic counting di kilometer 29, volume kendaraan kini stabil di angka 3.900-an per jam, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik puncak sebanyak 4.412 kendaraan pada pagi hari.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa meskipun terjadi fluktuasi, arus lalu lintas di ruas tol utama masih dalam kategori terkendali. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memandang perlu penerapan contraflow di KM 48 hingga KM 50 karena kapasitas jalur yang tersedia masih mampu menampung beban kendaraan.
Penerapan One Way Nasional dan Kawalan PJR
Sebagai langkah strategis untuk menjamin kelancaran aliran kendaraan ke arah timur Pulau Jawa, pihak kepolisian resmi memberlakukan sistem One Way Nasional yang dimulai dari KM 70. Rekayasa lalu lintas ini diambil untuk mencegah terjadinya penumpukan kronis di jalur tol.
Guna menjaga ritme berkendara yang aman, petugas Patroli Jalan Raya (PJR) dikerahkan untuk melakukan pengawalan di barisan depan dengan kecepatan konstan 70 hingga 80 km/jam.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kecepatan dan tidak saling mendahului dengan gegabah. Keselamatan adalah prioritas utama agar perjalanan menuju kampung halaman tetap berkesan dan aman,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Penerapan one way di jalur tol berdampak langsung pada dialihkannya kendaraan berat seperti truk ke jalur arteri Pantura. Kondisi ini meningkatkan densitas kendaraan di jalur nonsaluran tol, yang secara otomatis meningkatkan risiko bagi pengendara roda dua.
Polda Jabar mengingatkan pemudik motor untuk ekstra waspada, menjaga jarak aman dengan kendaraan besar, dan mengantisipasi potensi rem blong pada truk. Selain itu, kepadatan di jalur arteri juga dipicu oleh faktor operasional perlintasan kereta api yang kerap menimbulkan antrean sekitar 15 menit. Masyarakat diminta bersabar dan memahami bahwa kepadatan tersebut bersifat situasional akibat jadwal perjalanan kereta.
Kesiagaan Personel di Jalur Karawang hingga Cirebon
Petugas kepolisian dipastikan tetap bersiaga di sepanjang jalur arteri, mulai dari Karawang, Cirebon, hingga jalur selatan menuju Tasikmalaya dan Ciamis. Skema one way sepenggal juga telah disiapkan sebagai instrumen cadangan untuk mengurai kemacetan di titik-titik lelah dan pusat keramaian.
Menutup keterangannya, Kombes Pol. Hendra Rochmawan menekankan bahwa seluruh upaya rekayasa lalu lintas ini dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Kepolisian berharap sinergi antara kesigapan petugas dan kepatuhan pengendara dapat mewujudkan arus mudik yang lancar, aman, dan kondusif hingga seluruh masyarakat tiba di tujuan untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta.